1. PENGERTIAN ARSITEKTUR DEKONT
Dekonstruksi berlandaskan pada semangat konstruktivisme
Rusia. Di mana di dalamnya mencoba untuk mengoyak mimpi indah tersebut melalui
penampilan bidang-bidang yang simpang siur dan garis-garis yang merentang
sehingga keseluruhan struktur seolah-olah akan segera ‘ runtuh ‘. Banyak kritik
dilontarkan terhadap usaha Johnson dan Wigley dalam membeberkan paralelisme
antara arsitektur dan dekonstruktivisme dengan kontruktivisme Rusia. Alasannya
karena mereka hanya mendasarkan pada kemiripan bentuk dan prinsip estetik, tapi
sama sekali mengabaikan konteks social, politik, dan ideologis di mana kedua
gejala tersebut tumbuh.
Bagi orang tertentu yang menghendaki perubahan dalam cara
berpikir dari arsitektur yang ada ( arsitektur modern ) filsafat derrida sangat
relevan. Pemikiran tersebut didasarkan pada adanya alasan filsafat tersebut
menawarkan pemahaman dan perspektif baru tentang arsitektur. Sehingga proses
pemikiran kembali ( rethinking ) premis ( dalil-dalil ) dan kaidah tradisional
arsitektur dapat dilakukan.
.2 Sejarah
Dekonstruksi
Lahirnya kira-kira pada musim semi 1977, ketika Peter
Eisenman mempublikasikan editorial ‘Post Functionlaism’-nya, dengan nama
majalahnya ‘opposition’. Hadir sebagai reaksi terhadap pameran arsitektur
rasional dan Ecole des Beaux Arts, pada museum seni modern, Eisenman
mengkarakteristikkan kedua pameran tersebut sebagai post modern dan bahkan
lebih buruknya mengangkat segi-segi kemanusiaan ( humanism ) dari sebuah
bangunan. Padahal sebagaimana diketahui bahwa modernisme sangat
anti-humanis. Pada dasarnya hal tersebut merupakan pertanda lahirnya seni abad
19 dan 20 yang mana abstrak, atonal, dan atemporal. Taktiknya adalah
dengan membuat segalanya yang typical menjadi ‘tidak‘ atau ‘pemecahan‘ bentuk
yang lain.
Menggunakan
ide Michael Foucault dari new episteme yang memecahkan humanisme, Eisenman
mengedepankan bahwa modern arsitektur menjauhkan manusia dari pusat bumi ini,
memperkenalkan ide bahwa sesuatu kepemilikan dan fungsionalisme dapat diubah
menjadi atemporal dan mode dekomposisi. Suatu metode desain dengan bentukan yang diyakini berasal dari seri
bagian-bagian – tanda tanpa makna. Bila ini terdengar familiar, pastilah karena
dekonstruksi telah menjadi salah satu fakultas seni terkemuka di Ivy League,
dan sekarang telah menjadi suatu ortodoks / paham.
Ditekankan bahwa mereka bukan diibaratkan sebagai orang
Ethuopia yang berharap untuk mengubah lingkungan, melainkan lebih memainkan
bentuk modern dengan memasukkan unsure estetika; kesan esensial mereka bukanlah
etik namun ber’gaya. Goldbenger mengklaim bahwa bangunan yang dapat
dikategorikan neo-modern saat itu adalah Bernard Tschumi- parc de la
Villette, karena rancangannya merupakan hasil fantasi tanpa adanya ideologi
yang pasti. Pendapat ini bisa benar dan salah ; benar-karena Tschumi membuat
bentukan paviliun dengan memainkan bentuk constructivistme yang melayang;
salah-karena Mannerisme merupakan salah satu karakteristik dari purna dan post
modern arsitektur. Tschumi berkeras bahwa folies yang ada mengilustrasikan
teori dari dekonstruksi.
Pada ideologi ini, dihubungkan dengan Eisenman, yang
benar-benar memperbarui new modernism dengan bentukannya yang ‘ baru ‘ dalam
arsitektur. Anti humanist, decentring, penghilangan manusia dari dunia, menurut
Eisenman akan eksis di filosofi modern, akan tetapi dalam arsitektur hal itu
tidak terjadi. Cukup beralasan sebab, arsitek hingga sekarang harus
menyesuaikan fungsi bangunan mereka dan menyocokkan dengan lingkungan
yang ada. Sekarang new modern tidak lagi mempercayai humanism; mereka lebih
memilih untuk mengerjakan rancangan mereka sebagai self justifying, yang
bermain dengan ide metafisik. Arsitek-arsitek yang mempelopori aliran ini
adalah Peter Eisenman, Bernard Tschumi, Daniel Libeskind, Fujii, Frank Gehry,
Rem Koolhas, Zaha Hadid, Morphosis/ Thom Mayne dan Hejduk, tapi bukan Foster,
Rogers, Hopkins, Maki dan Pei. Merekalah pembentuk dekonstruksi dengan
melanjutkan gerakan modern dengan cara mengelaborasi dan menggabungkan bentukan
yang kompleks.
.3 Pengertian Dekonstruksi
Apakah yang dimaksud dengan dekonstruksi itu ? Hampir
semua orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda sejak konsep ini ada pada
tahun 1971 dan telah menjadi focus utama teori literature Amerika dan Perancis.
Di luar itu, kita harus mewaspadai central paradox yang mengatakan
bahwa dekonstruksi telah menjadi akademik ortodoks dalam beberapa
universitas Amerika, kampus seni dan arsitektur, dll. Dekonstruksi adalah
sekolah filsafat di Perancis pada akhir 1960 dan memiliki pengaruh yang kuat
terhadap kritisme di Amerika. Penciptanya adalah
Jacques Derrida. Lahir sebagai respon komplek terhadap teori dan pergerakan
filosofi abad 20 [First paragraph of a seven-page explanation in the
Encyclopedia of Contemporary Literary Theory (Toronto: University of Toronto
Press, 1993).]
Sedang dalam arsitektur dekonstruksi adalah suatu
pendekatan terhadap perancangan bangunan dengan mencoba melihat arsitektur dari
segi bagian dan potongan. Bentuk dasar arsitektur dirombak semua. Bangunannya
tidak memiliki unsure logis : bentuknya tidak berhubungan satu sama lain, tidak
harmoni, abstrak. Dekonstruksi adalah post-strukturalism – yang merupakan
reaksi pertama terhadap teori dan praktek structural dari Claude Levi Strauss,
Noam Chomsky dan semua yang mendapatkan pengertian dan pertentangan dalam
struktur. Akan tetapi post structuralism tidak memiliki sifat dekonstruksi di
dalamnya sebagaimana dimaksudkan adalah adanya proses dislocation,
de-composing, dan de-coding. (Charles Jencks, 1980)
Untuk singkatnya, bila diturutkan dalam dunia dan
hubungan etymological dari Nietzche dan Derrida, kita dapat mendengar bahwa
kata ‘ de ‘ dan ‘ di ‘ terangkum dalam kata dekonstruksi. Hal ini memusatkan,
mengkomposisikan, dan memisahkan keseluruhan struktur menjadi 3 bagian : yakni
debunk ( menghilangkan ) ; derides ( mengejek ) ; dan deprecates ( mencela )
semua nilai dan norma yang mana telah ada dalam kehidupan.Definisi
dekonstruksi cenderung subjektif bila dilihat bagi tiap-tiap tokohnya. Hal ini tampak
jelas, di mana karya-karya arsitekturnya memiliki karakter yang berlainan satu
sama lain, tetapi seolah-olah memiliki persamaan pada bentuk ‘ luarnya ‘ yang
kacau, abstrak, hanya berupa imajinasi namun kenyataannya dapat dibangun. Contoh
perbedaan tersebut :
.4 Aliran-aliran dalam Arsitektur Dekonstruksi
1. Fragmentation
and Discontinuity
Pecahan dan diskontinu. Aliran ini dianut oleh Frank
Gehry – yang mana memecahkan keseluruhan bentukan menjadi berbagai bagian
pecahan dan menjajarkan pecahan-pecahan tadi dengan filsafat seni.
2.
Neo Constructivist yang dipelopori Rem Koolhas dan OMA
Inversional rotasi dari potongan-potongan besar menjadi
dekomposisi perspektif yang distorsinya colourful. Atau pula sebagaimana dapat
dilihat pada Parc de La Villette,
Tschumi yang mana dapat terlihat permainan sirkulasi, grid, strip, dan
confetti. Dalam Neo constructivist,
Zaha Hadid juga terkenal dengan flying
beam dan cocktail stick, dan proyek lain yang membuat dekonstruksi jadi
begitu indah, dislocated mengutip
kata-katanya dan Leonidov, biasa disebut anti
gravitational. Neo
constructivist ini terkenal optimis dan realistic sehubungan dengan mass culture.
3.
Folies, Bernard Tschumi
Persilangan antara late constructivist Chernikov, estetik
dari Kandinsky dan dekonstruksi Perancis (Foucault
dan Derrida). Mereka ini terkenal dan diperhitungkan sebagai titik
pergerakan kemajuan constructivist, akan tetapi ide dan bentuk yang sama
disintesis dan diambil sebagai titik ekstrim oleh Daniel Libeskind. Ia telah menyerap
‘paham‘ dari beberapa sumber antara lain : fragmentation
milik Gehry ; flying beams dan cocktail
milik Koolhas ; representasi hermetic milik Eisenman. Kemudian kesemuanya itu
dikombinasikan dengan suatu bentuk dan bahasa yang lain, yang mana keduanya
sangat bersifat personal dan anti architectural.
4.
Positive Nihilism, Peter Eisenman
yang mana menemukan bahwa representasi itu sendiri
merupakan tujuan akhir dari arsitektur. Adalah benar adanya bahwa Eisenman
telah pasti dengan kehilangan pusat, perbedaan yang tidak dapat
dipisahkan dengan modernism, massa yang uprooted, akhir dari identitas etnik –
akan tetapi tema ini selalu menomor duakan figure retorisnya dan disublimasi
menjadi satu set perubahan : catachresis,
arabesque, grotesques atau pada masa lampau disebut : scaling, self similarity,
dan transformation. Hampir seluruh bagian arsitekturnya bersifat sangat
abstrak (meskipun sekarang beberapa representasi konvensional telah masuk), ia
tetap konsisten. Kebanyakan orang sulit untuk memahami karyanya, karena konsep
yang ia terapkan sangat sulit dipahami. Satu-satunya cara agar dapat menghargai
karya Eisenman adalah dengan membaca dan melihat karyanya, maka akan
ditemukan estetika, keindahan dan sedikit pergerakan, namun tetap privat.
.5
Prinsip Arsitektur Dekonstruksi
Ideologi
dekonstruksi antara lain :
- Pentingnya
perbedaan, ke’terbedaan’ dari yang lain.
- Bentuk asemantik.
- Memperlihat
ke’dekonstruksiannya’ dengan kesan “ tulisan “ yang didapat dari bangunan.
- Tiap
arsiteknya memiliki hak penuh atas desain bangunannya.
- “ Menaklukkan “ suatu kasus
perancangan.
- Terpecah-pecah, terbagi-bagi (fragmented), tidak jelas bentuknya
(destructive).
- Arsitek adalah metafisika.